English.guru
Kembali

Kepresisian selayaknya penutur asli: sentuhan akhir

Nuansa artikel, pemilihan aspek, dan prioritas urutan kata yang membedakan bahasa Inggris yang bagus dari bahasa Inggris penutur asli.

Tahap akhir dalam bahasa Inggris bukan tentang belajar lebih banyak lagi. Ini tentang kumpulan keputusan halus yang tidak disebutkan oleh kebanyakan buku teks.

Artikel di luar aturan

Anda sudah tahu a dan the. Namun masih ada kasus-kasus di mana keduanya sama-sama benar secara tata bahasa, hanya maknanya yang berbeda.

  • He went to hospital. (sebagai pasien), sedangkan He went to the hospital. (pergi ke gedungnya)
  • She's in prison. (sedang menjalani hukuman), sedangkan in the prison. (pergi ke penjara)
  • Life is difficult. (secara umum), sedangkan The life he led was difficult. (kehidupan tertentu)
  • I like the idea of it more than the reality. (kepastian yang muncul dari konteks)

Kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan "the" pada kata benda abstrak alih-alih artikel nol: mengatakan I'm interested in the technology padahal yang dimaksud adalah teknologi secara umum.

Bukan hanya waktu, tetapi juga aspek

  • I live in Berlin. (permanen) / I'm living in Berlin. (sementara, mengisyaratkan akan berakhir)
  • I've read the report. (sudah selesai dibaca) / I've been reading the report. (proses, mungkin belum selesai)
  • She's always losing her keys. (continuous + always = bukan frekuensi, melainkan kejengkelan)

Contoh terakhir ini sering luput dari perhatian pembelajar tingkat lanjut: kalimat She's always losing her keys mengandung sudut pandang yang tidak ada dalam kalimat She always loses her keys.

Dua pasangan lain juga bekerja dengan prinsip yang sama persis:

  • I was going to call you. (tetapi tidak jadi menghubungi) / I would have called you. (kalau saja tidak ada halangan lain)
  • He used to smoke. (pernyataan sederhana, semuanya sudah berakhir) / He would smoke on the balcony. (adegan dalam kenangan, memerlukan konteks yang sudah ditetapkan sebelumnya)

Pola verba yang berubah bersama strukturnya

Sejumlah verba yang sering digunakan memiliki beberapa pola, dan polanya membawa makna:

Verba Pola A Pola B
suggest I suggest waiting. I suggest (that) you wait. (tetapi tidak pernah suggest you to wait)
recommend I recommend reading it. I recommend that it be reviewed. (modus subjungtif)
expect I expect to hear soon. (saya) I expect you to hear soon. (Anda)
help It helps to write it down. It helps writing it down. (keduanya benar)

Prioritas dalam urutan kata

  • Bobot di akhir: elemen yang panjang diletakkan di bagian akhir. I gave the report to the new project manager lebih baik daripada I gave to the new project manager the report.
  • Yang diketahui sebelum yang baru: mulailah dari hal yang sudah diketahui pendengar.
  • Posisi kata keterangan: I only spoke to himI spoke only to him. Posisinya mengubah makna, dan penutur asli menempatkan kata seperti ini dengan tepat.

Penekanan tanpa kata penguat

Pembelajar menambahkan very dan really. Penutur asli menyusun ulang kalimatnya:

  • It was the timing that killed it.
  • What I don't understand is why nobody flagged it.
  • Never have I seen anything like it.
  • Do sit down. (kata penguat do)

Dalam bahasa lisan, fungsi yang sama persis dijalankan oleh tekanan suara semata, dan kata yang diberi tekanan mengubah makna sepenuhnya: I didn't say that (orang lain yang mengatakannya) · I didn't say that (saya mengatakan hal lain) · I didn't say that (tetapi mungkin saya menyiratkannya). Pembelajar sering memberi tekanan secara rata sehingga maknanya hilang.

Penanda wacana dalam praktik

  • Actually — mengoreksi asumsi
  • In fact — menguatkan atau menyangkal
  • Admittedly — mengakui sebelum menyampaikan keberatan
  • Mind you — menambahkan catatan yang memperjelas
  • Then again — mengembangkan pikirannya sendiri

Bila digunakan dengan tepat, penanda ini tidak terasa mencolok; bila digunakan sembarangan — malah menonjol.

Ketidakpastian yang diperhitungkan

Cukup mengejutkan, kepresisian yang berlebihan justru menandakan bukan penutur asli. Bahasa lisan yang hidup penuh dengan perkiraan yang sengaja dibuat, dan ketiadaan perkiraan itu dirasakan sebagai kekakuan:

  • about twenty, give or take · a couple of weeks
  • sort of the same thing · more or less finished
  • something like thirty per cent · -ish: at sixish

Penutur asli yang mengatakan about twenty minutes akan menganggap orang yang mengatakan twenty-three minutes terdengar lebih ganjil daripada orang yang membuat kesalahan tata bahasa kecil.

Setiap perbedaan di sini adalah pilihan antara dua kalimat yang sama-sama benar. Justru inilah yang membedakan level ini: aturan tidak bisa diterapkan, karena tidak ada opsi yang salah. Yang Anda kuasai bukan aturan, melainkan kepekaan terhadap makna setiap opsi — dan ini hanya didapat dari bertemu berkali-kali dengan keduanya dalam konteks.

Peringatan jujur di akhir

Level ini tidak dicapai lewat daftar. Perbedaan-perbedaan ini datang dari volume — bertahun-tahun membaca dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Artikel seperti ini hanya bisa membantu Anda menyadari perbedaan itu; penguasaannya datang seiring proses membaca.

Satu jawaban — dua versi

Benar, tetapi tidak seperti penutur asli: I have been working here since three years. I am living in Berlin. In my opinion, the project was very difficult because of the timing.

Seperti penutur asli: I've worked here about three years now. I live in Berlin — well, for the moment. It was the timing that made the project hard, really.

Aspek, perkiraan tanpa artikel, kalimat yang dipecah untuk penekanan, dan pelunakan di akhir. Tidak ada yang tidak jelas pada versi pertama — dan tidak ada juga yang menyerupai ucapan penutur asli.

Uji diri Anda

Tes di bawah ini dibangun di atas perbedaan-perbedaan yang kedua opsinya sama-sama benar secara tata bahasa.

Uji diri Anda: Tes: kepresisian selayaknya penutur asli →