English.guru
Kembali

Wish, if only, dan penyesalan

Cara bahasa Inggris membicarakan sesuatu yang ingin Anda ubah, dan mengapa bentuk waktu bergeser satu langkah relatif terhadap saat yang dibicarakan.

Wish adalah struktur dalam bahasa Inggris untuk menyatakan ketidakpuasan dan penyesalan, dan cara kerjanya adalah dengan menggeser bentuk waktu satu langkah ke masa lalu relatif terhadap saat yang dibicarakan.

Penyesalan tentang masa kini: wish + past simple

I wish I had more time. (saya tidak memilikinya)

She wishes she spoke French. (ia tidak bisa berbicara bahasa Prancis)

I wish I were taller. (were digunakan untuk semua orang dalam bahasa Inggris yang cermat)

Bentuk lampau di sini tidak menyatakan waktu lampau. Ia menyatakan ketidaknyataan.

Penyesalan tentang masa lalu: wish + past perfect

Ini adalah penyesalan atas sesuatu yang sudah terjadi.

I wish I had studied harder. (saya tidak belajar, sekarang menyesal)

He wishes he hadn't said that.

Tentang tindakan orang lain: wish + would

Digunakan untuk sesuatu yang membuat Anda kesal dan yang bisa diubah oleh lawan bicara.

I wish you would stop interrupting.

I wish it would stop raining.

Anda tidak bisa berbicara tentang diri sendiri dengan would:I wish I would be taller.I wish I were taller.

Alasannya: would menyatakan kesediaan, dan Anda tidak bisa mengeluh tentang kesediaan Anda sendiri.

Wish + could — tentang kemungkinan

I wish I could come. (saya tidak bisa datang)

I wish I could have come. (tentang masa lalu — saya tidak bisa datang)

Wish bukan hope

Kesalahan ini muncul bahkan pada level yang sangat tinggi. Wish adalah tentang sesuatu yang tidak nyata, hope adalah tentang sesuatu yang masih mungkin terjadi.

  • I wish you pass the exam.
  • I hope you pass the exam. (belum terjadi — masih ada kemungkinan)
  • I wish I had passed the exam. (saya tidak lulus — penyesalan)

Wish juga digunakan bersama kata benda untuk menyampaikan harapan baik: I wish you luck. · We wish you a safe journey.

If only — versi yang diperkuat

If only bekerja dengan cara yang sama persis, tetapi lebih emosional.

If only I had known.

If only he would listen.

Dua struktur serupa yang bekerja dengan cara yang sama

Keduanya menggunakan bentuk lampau dalam makna masa kini — persis seperti wish:

It's time + past simple — sekarang sudah saatnya.

It's time we left. · It's about time you learned to drive.

would rather + past simple — preferensi terkait tindakan orang lain.

I'd rather you didn't smoke in here.

Bandingkan: I'd rather not go. (tentang diri sendiri → bentuk dasar verba, tidak ada pergeseran waktu)

Struktur penyesalan lainnya

should have + partisipel — Anda melakukan tindakan yang salah:

I should have asked first.

shouldn't have + partisipel:

You shouldn't have told her.

could have + partisipel — kesempatan yang terlewatkan:

We could have caught the earlier train.

regret + -ing dan regret to + verba:

I regret telling him. (saya sudah mengatakannya, sekarang menyesal)

I regret to inform you… (secara formal — sekarang akan ada kabar buruk)

Di balik semua ini hanya ada satu aturan — bentuk lampau dalam bahasa Inggris menjalankan dua fungsi berbeda: entah bentuk lampau sungguhan, atau masa kini yang tidak nyata. Setelah wish, if only, it's time, dan would rather, yang berlaku selalu fungsi yang kedua.

Pagi setelah pertemuan yang canggung

A: I wish I hadn't said anything.

B: You were right, though. I just wish you'd waited until the end.

A: I know. It's time I learned to keep quiet.

B: I'd rather you didn't — someone had to say it.

Untuk penyesalan digunakan past perfect, untuk menyampaikan kekesalan terhadap orang lain digunakan wish + would, dan pada dua giliran bicara terakhir kedua struktur serupa itu juga digunakan.

Uji diri Anda

Tes di bawah ini berfokus pada waktu mana yang sedang Anda sesali.

Uji diri Anda: Tes: wish dan penyesalan →